Rabu, 01 Januari 2014

Tahajud cinta Dari Lombok Untuk Indonesia


Banyak cara yang dilakukan dalam memperingati masuknya tahun baru dan banyak acara yang dilakukan melewati malam pergantian tahun, dari acara dadakan yang dibuat oleh kelompok-kelompok kecil warga maupun acara yang terorganisir oleh pemerintah mulai dari bakar ikan, ayam atau "bekele" (sasak red), meniup terompet, pesta kembang api sampai pagelaran konser dan pesta rakyat. Itu semua hal yang sudah lazim dan sepertinya mulai menjadi tradisi ditengah masyarakat pada umumnya.
Hal berbeda dan unik terlihat di komplek Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan kota Mataram yang melaksanakan acara pergantian tahun dengan cara islami, bertemakan Tahajud Cinta Dari Lombok Untuk Indonesia acara yang tidak lazim dilakukan dalam menyambut pergantian tahun oleh sebagian kalangan ini dimulaikan pkul 22.00 Wita sampai pagi, diisi dengan rangkaian acara diantaranya Tausyiah oleh pimpinan Ponpes Darul Falah TGH Mustiadi Abhar, Istiqosah, Tahajud dan sholat Tasbih sampai menjelang terbit Fajar.
Meski cuaca hujan tidak menyurutkan langkah para Santri, Alumni dan Jamaah Thorikat Qodiriyah wanaqsabandiyah datang berbondong-bondong dari berbagai wilayah dipulau seribu masjid ini mulai pukul 22.00 Wita memenuhi aula Al abhar yang berkafasitas 3000 jamaah dikomplek Ponpes Darul Falah tempat acara dilangsungkan, terlihat ribuan jamaah dengan khusuk melalui berbagai rangkaian acara tanpa ada yang tertidur. Dalam Tauziyahnya TGH Mustiadi Abhar Sang Mursid menguraikan berbagai macam kerusakan yang terjadi diatas dunia ini khususnya kondisi Bangsa Indonesia saat ini dilanda oleh Korupsi yang merajalela disetiap lini dan tingkatan, Tuan Guru Kharismatik NU yang juga pernah menjabat ketua KPU Kota Mataram ini lebih lanjut menjelaskan "Korupsi itu terjadi karena rendahnya iman dan moral yang dimiliki oleh sebagian penyelenggara Negara karena kalau imannya kuat integritas dan moralnya tinggi tidak mungkin seseorang akan melakukan perbuatan menzdalimi orang lain seperti Korupsi." Dengan gaya khasnya Ketua Rois Suriah NU Kota Mataram itu membacakan sebuah ayat "Zhahara alfasaadu fi albarri walbahri bima kasabat aydi annaasi"  kerusakan itu banyak terjadi disekeliling kita diantaranya korupsi yang sudah mengakar dan terjadi dimana-mana dari tingkat bawah sampai jajaran petinggi pemerintahan bahkan dilembaga peradilan yang sebenarnya berfungsi sebagai malaikat dunia pun telah terjadi korupsi sebagaimana diketahui dari berbagai media tertangkapnya Ketua MK dalam kasus Suap."
Menurut Panitia Pelaksana kegiatan ini TGH Muammar Arafat, bahwa acara ini dihajatkan untuk menandingi acara hura-hura yang sudah menjadi tradisi masyarakat dalam menyambut malam pergantian tahun serta membiasakan masyarakat untuk menghindari perbuatan sia-sia dan menjurus kepada kemaksiatan yang sering terjadi saat malam tahun baru. Dipagi harinya setelah sholat subuh dilanjutkan dengan acara Rebo Bontong yaitu hari Rabu terakhir dibulan Safar dan diisi dengan Ziarah kubur kemakam Almarhum syekh Abhar Muhyiddin Pendiri Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan Kota Mataram.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar